Anti-Bullying untuk Meningkatkan Kesadaran Perilaku Positif pada Siswa Sekolah Dasar

Penulis

  • Margaretha Wahyuningrum Dosen

Kata Kunci:

Bullying, Anti Bullying Psychoeducation, Elementary School Students, Positive Social Behavior, Self Compassion

Abstrak

Bullying merupakan permasalahan sosial yang dapat mengganggu rasa aman, penerimaan sosial, dan perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Psikoedukasi anti bullying diperlukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk bullying, peran dalam bullying, serta mendorong perilaku sosial yang positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan psikoedukasi preventif dan promotif dengan tema “Ciptakan Kebaikan”. Peserta berjumlah 73 siswa kelas III dan IV sekolah dasar. Materi meliputi pengertian dan bentuk bullying, peran bully, victim, dan bystander, perbedaan bercanda dan bullying, dampak bullying, cara menghadapi bullying, self-compassion, pengenalan kekuatan dan talenta diri, serta perilaku membantu. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi terhadap perhatian, antusiasme, partisipasi, respons siswa, dan pemahaman konsep. Hasil: Siswa menunjukkan antusiasme, keterlibatan aktif, dan respons positif selama kegiatan. Observasi menunjukkan adanya kesadaran awal mengenai dampak perilaku terhadap orang lain serta kemampuan siswa mengenali bentuk bullying dan membedakannya dari candaan. Namun, karena kegiatan tidak menggunakan desain eksperimen maupun pretest-posttest, peningkatan pengetahuan atau perubahan perilaku tidak dapat dibuktikan secara statistik. Psikoedukasi anti-bullying dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang relevan bagi siswa sekolah dasar dalam memperkenalkan perilaku sosial positif, meningkatkan kesadaran terhadap dampak perilaku, serta mendorong sikap menghormati, membantu, menerima perbedaan, dan menghargai diri sendiri maupun orang lain. Evaluasi pretest-posttest disarankan pada kegiatan selanjutnya untuk memperoleh bukti perubahan yang lebih objektif.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31